Cilacap, 23 Oktober 2026 – Di tengah ketatnya persaingan mencari pekerjaan, kesempatan untuk belajar dan memperoleh sertifikasi profesi menjadi harapan berharga bagi sebagian orang. Bagi Ega Azhlil Saputra, warga Donan, Cilacap Tengah, pelatihan dan sertifikasi bukan sekadar menambah pengetahuan, melainkan langkah nyata untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik.
Ega merupakan satu dari 35 peserta Pelatihan dan Sertifikasi (PESAT) Gada Pratama tahap ketiga yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap bekerja sama dengan Polresta Cilacap.

Program yang berlangsung sejak Selasa – Kamis (6 – 15/10/2026) ini i memberikan bekal kompetensi bagi para pemuda di sekitar operasioal kilang, yang ingin meniti karier sebagai tenaga pengamanan atau sekuriti.
Bagi Ega, yang tinggal di RT 02 RW 22 Donan, tak jauh dari wilayah operasional kilang Pertamina, kesempatan ini bermula dari sebuah pertanyaan sederhana sang ibu.
“Awalnya ibu menawarkan, ‘Mas, mau jadi sekuriti enggak?’ Karena memang saya punya niat menjadi sekuriti, saya mengajukan surat pendaftaran melalui RT. Akhirnya bisa mengikuti pendidikan sekuriti yang difasilitasi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap di BLK Cilacap,” tutur Ega.
Kesempatan tersebut semakin berarti di tengah situasi mencari pekerjaan yang tidak mudah. Selama sembilan hari mengikuti pelatihan, Ega tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga memperoleh sertifikat Gada Pratama yang menjadi bekal untuk melangkah ke dunia kerja.
“Ini adalah anugerah, karena sekarang mencari pekerjaan susah. Dengan sertifikat ini, peluang saya untuk mendapatkan pekerjaan menjadi lebih terbuka. Saya cukup bangga bisa mendapatkan kesempatan ini,” ungkapnya.
Perjalanan Ega selama pelatihan bukan tanpa tantangan. Ia harus menjalani rutinitas disiplin, mulai dari bangun pagi, mengikuti apel, berlari sejauh lima kilometer setiap pagi, hingga mempelajari berbagai keterampilan pengamanan, seperti bela diri, penggunaan borgol, dan tongkat.
Pengalaman itu mengubah pandangannya terhadap profesi sekuriti yang selama ini ingin digelutinya. Ia menyadari pekerjaan tersebut menuntut kedisiplinan, kesiapsiagaan, kemampuan fisik, serta tanggung jawab yang besar.
“Selama sembilan hari, banyak ilmu yang saya dapatkan. Kami belajar bela diri, borgol, tongkat, bahkan berenang. Ternyata menjadi sekuriti tidak bisa dianggap remeh, tugasnya cukup berat. Ada disiplin yang harus dijaga dan kemampuan yang harus dikuasai. Bisa bermitra dengan polisi juga menjadi kebanggaan tersendiri,” katanya.
Harapan serupa tumbuh dalam diri Alfi Pasya Ramadan, peserta lain yang juga berasal dari Donan, tepatnya RT 05 RW 22, Cilacap Tengah. Dengan ketertarikan untuk bekerja sebagai sekuriti, Alfi mengikuti pelatihan ini sebagai upaya mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Baginya, sertifikat yang diperoleh bukan sekadar dokumen kelulusan, tetapi modal untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik.
“Saya memang tertarik untuk menjadi sekuriti. Dengan bekal pelatihan dan sertifikat ini, semoga bisa mengubah masa depan saya. Terima kasih Pertamina,” ujar Alfi.
Kisah Ega dan Alfi menggambarkan bahwa akses terhadap pelatihan dan peningkatan keterampilan dapat menjadi langkah penting bagi masyarakat untuk memperluas peluang kerja. Di balik setiap sertifikat yang diterima, terdapat harapan untuk memperoleh pekerjaan, membangun kemandirian, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri maupun keluarga.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, berharap pelatihan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan menjadi bekal untuk menapaki masa depan.
“Kami berharap bekal ini dapat membantu para peserta ketika memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan dan mampu memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Agustiawan.
Penutupan PESAT Gada Pratama ditandai dengan penyerahan bantuan dukungan sekuriti oleh Officer CSR & SMEPP Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Lifania Riski Nugrahani. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi keterampilan bela diri dan penggunaan borgol sebagai bentuk penerapan materi yang telah dipelajari peserta selama pelatihan.
Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berharap 35 peserta dapat membawa pulang lebih dari sekadar sertifikat, yakni kedisiplinan, keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk menghadapi peluang kerja.













Leave a Reply